Oleh: Nasrudin Joha
Sebagai seorang muslim, Islam telah mengikat siapapun yang memeluk akidah Islam untuk terikat dengan Al Quran dan As Sunnah. Baik sejak didunia apalagi kelak di akherat, umat Islam hanya terikat pada dalil Syara' yang standarnya berasal dari Al Qur'an dan As Sunnah.
Timbangan amal bagi seorang muslim itu adalah standar Islami. Seorang muslim ketika mau melakukan amal itu wajib mengetahui hukum syara' nya, apakah wajib, Sunnah, makruh, mubah atau haram. Seorang muslim harus menjalankan yang wajib, diberi pilihan menjalankan yang Sunnah, diminta meninggalkan yang haram, masih dimungkinkan melakukan yang makruh dan diberi kebebasan pada amalan yang bersifat mubah.
Jadi, tak ada satupun ajaran Islam yang menjadikan Pancasila sebagai standar hidup. Misalkan, Islam tak memerintahkan umatnya sebelum melakukan perbuatan apakah perbuatan itu terkategori Pancasilais atau tidak Pancasilais.
Jadi, sejak didunia saja Pancasila itu tak mengikat, bahkan haram bagi seorang muslim melanggar syariat Islam berdalih sedang menjalankan nilai-nilai Pancasila. Apalagi di akherat ?
Di peradilan akherat kelak, di yaumul hisab, itu semua amal manusia hanya diadili berdasarkan standar Al Quran dan As Sunnah. Semua amalan yang tak bersandar pada Al Quran dan As Sunnah, tertolak.
Semua pemikiran kapitalis, sosialis, sekuleris, demokrasi, tak akan diterima sebagai hujjah. Misalkan saja, seorang pemimpin kelak di akherat tidak akan diterima argumentasinya ketika melakukan swastanisasi pada sektor tambang dan sumber energi berdalih ajaran kapitalisme liberalisme. Semua amalan akan ditimbang dengan syariah.
Jadi tak ada ukuran amal yang menyebut ini amalan Pancasilais, ini amalan tak Pancasilais, ini masuk surga, ini masuk neraka. Tidak ada. Pancasila itu tak punya nilai di akherat.
Sementara di dunia ini sebenarnya Pancasila juga tdk bernilai, bukan hanya bagi umat Islam tetapi juga para pengusungnya. Coba tengok, itu yang suka tereak-tereak aku Pancasila, memang mereka terikat dengan Pancasila ? Mereka semua korupsi, akhlak moralnya jeblok, mereka sebenarnya juga tak peduli dengan Pancasila.
Nah, kalau pengusung Pancasila saja tidak terikat dengan Pancasila, mereka bertindak suka-suka, ngapain kita musti terikat ? Lagipula, memangnya Pancasila punya jawaban atas semua problem yang dihadapi manusia ?
Terlebih lagi, saya pastikan di akherat kelak tidak ada itu pertanyaan di yaumil hisab terkait pencasila. Surga dan neraka, juga bukan disiapkan bagi makhluk bersandar pada nilai Pancasila.
Sekali lagi, kita umat Islam hanya terikat dengan Islam yang bersandar pada Al Quran dan As Sunnah. Karenanya, sejak didunia ini mari kita menimbang amal berdasarkan standar syariah, bukan Pancasila.



0 Comments for "DI AKHERAT KELAK, KITA TIDAK DITANYA PANCASILA"