PRABOWO BERMESRAAN DENGAN PEBANTAI MUSLIM UIGHUR


Oleh : Nasrudin Joha

Setelah memamah nasi goreng, meninggalkan keringat, darah, dan nyawa yang meregang dalam perjuangan, sang macan Asia berubah menjadi kucing. Kucing itu merapat, mengeong untuk mendapat remah kue kekuasan.

Rasa sakit dan nestapa para pendukung, para ulama yang dikhianati, sampai kolega yang harus menghadapi tudingan makar, telah begitu membekas namun diabaikan. Para pendukung yang mayoritas muslim, merasakan betapa pedihnya berharap pada makhluk.

Kini, saat umat Islam kembali dilanda kepedihan yang sangat, merasa getir mendapati saudara muslim di Uighur menderita oleh kekejaman teroris China, Prabowo Subianto justru melakukan kunjungan kerja ke Beijing selama tiga hari. Di China, Prabowo akan membahas upaya-upaya yang dapat dilakukan bersama oleh kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan.

Prabowo disambut gegap gempita oleh Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun, Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing Brigadir Jenderal TNI Kuat Budiman, Mayor Jenderal Song Yanchao dari Direktorat Kerja Sama Militer Internasional China, dan pejabat Kementerian Pertahanan Nasional Cina. Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing Listyowati serta jajaran pejabat KBRI Beijing juga menyambut Prabowo. (16/12).

Bukankah ini menyakitkan ? Bagaimana mungkin akan melakukan perbaikan pertahanan, jika pertahanan itu dibangun atas rasa kecewa dan amarah umat Islam di negeri ini ?

Pertahanan utama, pertahanan semesta negeri ini adalah pertahanan yang berbasis pada umat Islam. Pertahanan yang berdiri kokoh diatas semangat jihad untuk membela negeri dari serangan musuh.

Lantas bagaimana merajut ukhuwah dan meraih empati umat Islam, jika Prabowo justru bergandengan bahkan melakukan kerjasama dengan China ? Didalam negeri, semangat umat ini ingin negara mengusir kedubes China di Jakarta. Kenapa Prabowo justru ke China mau kerjasama ?

Seharusnya, Prabowo ke China bukan untuk kerjasama tetapi membebaskan kaum muslim Uighur. Itu jika Prabowo punya kemampuan dan memiliki kemauan menyelami dan menjalankan aspirasi umat Islam.

Prabowo diam saja untuk urusan muslim Uighur sudah sangat menyakitkan, apalagi justru menjalin kerjasama ? Bagaimana mungkin, Prabowo menjalin kerjasama dengan rezim China yang tangannya berlumuran darah muslim Uighur ?

Ternyata benar, umat ini telah diselamatkan dari pemimpin yang tak peduli pada nasib umat Islam. Allah SWT telah mengumpulkan para penzalim dengan kumpulan penzalim lainnya.

Wahai umat, sudah saatnya kita berjuang hanya untuk Islam. Menolak membela atau berkorban selain untuk Islam. Sebab, pembelaan kita kepada tokoh atau partai, selain rawan terjadi pengkhianatan, juga pasti tak mendapat nilai pahala disisi Allah SWT.

0 Comments for "PRABOWO BERMESRAAN DENGAN PEBANTAI MUSLIM UIGHUR"