
Oleh : Nasrudin Joha
Saya tidak tahu, apakah rezim yang berkuasa ini memiliki persepsi pemilik negara, sehingga gampang sekali jual aset negara. Bukan hanya presiden, kementerian pun jadi cekak akal, ada masalah, jual aset jadi solusi.
Jika Jokowi sudah banyak melakukan penjualan, terakhir wacana jual aset kembali menyeruak untuk membiayai pindahan ibukota negara. Separuh pulau Kalimantan, bisa dijual katanya.
Belum lagi, aset negara di Jakarta juga mau dijual. Lha wong mewujudkan mobil Esemka saja gagal, kok mau sok-sokan pindah ibu kota negara.
Hobi jual aset ini juga merembet di Kementerian BUMN. Belum lama ini, aset Jiwasraya mau dijual untuk tutup kewajiban bayar klaim asuransi yg sudah jatuh tempo.
Saya, kita semua, punya hak bertanya. Itu aset BUMN milik negara, milik rakyat, atau milik Rezim ? Kalau itu milik rakyat, atas dasar apa mereka menjual ? Mandat kekuasaan itu untuk mengelola aset negara sekaligus mengembangkannya, bukan menjualnya.
Lagi pula, itu aset Jiwasraya dijual untuk nombokin kerugian karena Jiwasraya dirampok. Terus, kepentingan rakyat bagaimana? Lebih baik urus BPJS yang tarifnya tak boleh naik, ketimbang talangi perampok.
Ini sudah aneh, negara dikelola kayak warisan nenek moyang mereka saja. Itu aset negara, milik rakyat, kalau mau jual minta izin dulu sama rakyat.
Lagipula, rakyat tidak akan pernah ridlo menyerahkan aset yang hakekatnya titipan anak cucu, untuk dijual menutupi kerugian rampok Jiwasraya. Udah, gantung saja perampok nya, kenapa aset rakyat yang dijual ?
Sekali lagi, kami, segenap rakyat Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, tak sudi aset negara dijual untuk menutupi kerugian Jiwasraya. Enak saja, sehabis merampok mau cuci tangan.
Berani menjual, berarti rezim ini benar-benar penindas. Sudah bikin negara rusak, mau bikin tambah rusak.
Sudahlah, kalau tak becus mengelola negara mundur saja. Masih banyak putra terbaik bangsa yang sanggup mengelola negeri ini. [].


0 Comments for "HOBI JUAL ASET JOKOWI, MENURUN KE KEMENTERIAN BUMN"