SUDAHLAH, GA MAMPU KELOLA NEGARA, MUNDUR !

Oleh : Nasrudin Joha

Negara dibentuk itu dengan seluruh perangkat yang lengkap, yang memungkinkan Negara melakukan tugasnya melayani rakyat. Diantara kewenangan Negara yang tidak dimiliki organisasi lain diluar negara, adalah negara bisa memaksa rakyat untuk membayar pajak, sebagai modal untuk menyelenggarakan Kekuasaan, Pemerintahan dan pelayanan bagi rakyat.

Aneh, lucu sekaligus memalukan jika negara sampai meminta sumbangan kepada rakyat dengan membuka rekening donasi.

Ketika Pemerintah mengumumkan rekening donasi untuk penanggulangan musibah Corona, maka kita bisa memahami beberapa hal :

*Pertama,* Pemerintah lagi bokek, ga punya hepeng. Sampai ngemis-ngemis cari sumbangan kepada publik.

*Kedua,* Pemerintah cacat moral, ga punya malu, rai Gedek, muka tembok. Sebab, Pemerintah sudah menarik pajak, kenapa masih minta sumbangan donasi ? Memalukan !

*Ketiga,* Pemerintah amatiran. Tak punya kapasitas untuk mengelola Negara, memanfaatkan Kekuasaan untuk menyediakan layanan bagi rakyat.

Kalau sudah begitu, sebaiknya para pejabat dimulai dari Presiden, mengundurkan diri saja. Biar urusan Kekuasaan diserahkan ahlinya, yang punya ilmu, punya kemampuan, punya kapasitas bukan cuma planga plongo.

Jangan terus menggenggam Kekuasaan padahal tak mampu mengelola. Itu sama saja, mengajak seluruh rakyat tenggelam bersama kekuasaan yang amatiran.

Untuk mundur itu mudah, tak perlu ilmu, cukup menyatakan mundur. Rakyat pasti gembira, bertepuk tangan, bersorak sorai, merayakan kebahagiaan.

Jangan merasa mundur akan ditangisi rakyat, dianggap tidak amanah, akan dicerca rakyat, tidak. Justru kalau mundur, rakyat akan sangat berterima kasih dan bersyukur.

Kalau terus memaksa berkuasa, urusan rakyat tambah rumit. Sebab, rakyat jadi dobel masalahnya. Pertama, masalah wabah Corona. Kedua, masalah Pemerintah yang amatiran.

Ayolah pak Presiden, para pejabat, kasihanilah rakyat. Segera mundur, jangan semakin lama makin bikin rakyat tambah susah.

0 Comments for "SUDAHLAH, GA MAMPU KELOLA NEGARA, MUNDUR !"